Penelitian: Go-Life memberi perempuan akses ke penghasilan

27 Mar 2019 eddye

Hasil gambar untuk go life gojek

Melalui perkembangan zaman yang mengarah ke digitalisasi, peran wanita di dunia kerja sama dengan peran pria. Di daerah yang semakin profesional ada perempuan yang sibuk, termasuk layanan go-life, di mana 70% adalah perempuan.

Jumlah ini ditentukan oleh investigasi Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LD FEB UI) pada tahun 2018. Studi-studi ini juga menunjukkan bahwa layanan go-life di Indonesia telah memperoleh penghasilan dari wanita, di mana 50% adalah tulang punggung keluarga.

Para mitra mengatakan mereka menggunakan pendapatan go-life untuk mendukung kebutuhan keluarga, dengan alokasi untuk biaya pendidikan anak-anak (76%), peningkatan gizi anak (48%) dan utang (32%). ), Anda menghemat modal risiko (32%) dan tarif mobil (26%).

Studi juga menunjukkan bahwa mitra menjadi semakin mandiri dan percaya diri sejak bergabung dengan Go-Life. 95% dari mitra yakin untuk dapat memenuhi kebutuhan mereka tanpa bergantung pada orang lain.

Penyelidikan dilakukan pada 836 mitra go-life yang diwawancarai dari Bandung, Denpasar, Jabodetabek, Surabaya, Medan, Yogyakarta.

Penghasilan rata-rata mitra go-life di Jabodetabek adalah Rp 4,8 juta di atas rata-rata UMK Jabodetabek Rp 3,9 juta, sedangkan pendapatan rata-rata mitra go-life di luar Jabodetabek adalah $ 4,3 juta Rp, itu di atas rata-rata UMK di luar Jabodetabek sebesar 3,1 juta Rp.

Responden diidentifikasi dengan pemilihan sampel sederhana dari database mitra yang telah aktif selama tiga bulan terakhir. Semua penelitian akan dilakukan pada layanan go-car, go-ride, go-food, dan go-life di GOJEK Impact on the Economy Indonesia pada tahun 2018, yang diterbitkan tahun ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *