Strategi Mulyani meningkatkan pendapatan negara

27 Mar 2019 eddye

Hasil gambar untuk sri mulyani

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengawasi layanan dari tiga lembaga pelayanannya, yaitu Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Bea dan Cukai (DJBC) dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). . Dengan sinergi ini, tiga institusi dapat bekerja bersama.

“Melalui kolaborasi ini, kami menerima data, analisis, audit, dan audit bersama,” kata Sri Mulyani kepada kantor DJP di Jakarta, Rabu (27/3/2014).

Sri Mulyani mengatakan dalam kolaborasi bahwa ia meminta 3 institusi untuk saling belajar dan berinovasi. Kemudian dia juga ingin 3 lembaga memfasilitasi layanan.

“Sebelumnya, saya meminta tiga lembaga untuk belajar satu sama lain, dan kemudian mereka akan terus meningkatkan, termasuk strategi inovasi untuk mengurangi beban pada bisnis sehingga mereka tidak menghadapi tiga lembaga, lapis demi lapis, kadang-kadang bahkan tidak konsisten di UE keputusan mereka, layanan, “jelasnya.

Selain itu, menurut Sri Mulyani, penerimaan negara dibagi menjadi pajak dan pendapatan non-pemerintah (PNBP). Sejauh ini, kedua lembaga DJP dan DJBC telah bekerja sama dengan baik. Karena itu, penerimaan negara dari perpajakan meningkat.

Kerjasama antara kedua institusi tidak hanya meningkatkan pendapatan tetapi juga meningkatkan layanan untuk pembayar pajak.

“Wajib Pajak juga memiliki dampak positif karena mereka tidak harus berurusan dengan dua institusi berbeda,” katanya.

Dia mengatakan bahwa DJA sendiri memiliki kekuatan untuk mengumpulkan PNBP. Diharapkan kerjasama ketiga institusi ini akan meningkatkan pendapatan pemerintah.

“Dengan DJA, karena DKA memiliki kekuatan untuk meningkatkan pendapatan bukan pajak, dengan undang-undang PNBP, kami melihat potensi industri pertambangan, perikanan dan perkebunan untuk memiliki sumber pajak PNBP,” COCO.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *