Pengertian Secara Rinci Mengenai Akuntansi

31 Jul 2019 eddye

Akuntansi adalah seni mencatat, meringkas, menganalisis dan melaporkan data tentang transaksi keuangan di suatu perusahaan atau perusahaan. Untuk praktisi di bidang ini mereka disebut akuntan. Akuntansi itu sendiri juga disebut “bahasa bisnis” untuk mengukur kinerja kegiatan keuangan dalam organisasi dan menyebarkan informasi ini ke berbagai pihak, termasuk investor, kreditor, manajemen dan pengawas. Dikutip dari https://guruakuntansi.co.id sejarah ilmu akuntansi sudah berusia ribuan tahun dan dapat ditelusuri ke peradaban kuno. Perkembangan asli di Mesopotamia kuno dan terkait erat dengan perkembangan dalam penulisan, penghitungan dan sistem uang. Ada juga indikasi bentuk akuntansi paling awal yang berasal dari zaman Iran kuno, dan sistem revisi yang berasal dari orang Mesir dan Babilonia kuno. Di Kaisar Augustus, pemerintah Romawi juga memiliki akses ke informasi keuangan terperinci.

Akuntansi ganda merupakan terobosan dalam komunitas Yahudi di Timur Tengah abad pertengahan awal dan kemudian disempurnakan di Eropa abad pertengahan. Karya pertama pada sistem akuntansi entri ganda diterbitkan di Italia oleh Luca Pacioli, yang dikenal sebagai Bapak Akuntansi. Akuntansi mulai menjadi profesi terorganisir pada abad ke-19 dan membentuk lembaga yang disebut Institute of Chartered Accountants, yang mengawasi profesional di Inggris pada tahun 1880. Seperti dijelaskan di atas, akuntansi adalah serangkaian proses yang berkaitan dengan proses ekonomi yang terjadi sebelumnya dalam perusahaan atau organisasi. Prosesnya terdiri dari merekam, meringkas, menganalisis dan melaporkan data. Berikut ini adalah penjelasan dari empat proses.

Mencatat

Proses pertama dan paling penting dalam proses akuntansi adalah pendaftaran berbagai transaksi di perusahaan. Ini juga dapat disebut sebagai akuntansi, proses dimana transaksi diakui dan dimasukkan sebagai catatan. Akuntansi hanya berhubungan dengan segmen rekaman dan tidak ada yang lain. Akuntansi itu sendiri biasanya terdiri dari banyak akuntansi untuk kepentingan pendaftaran terperinci. Prosedur ini ditegakkan secara sistematis.
Meringkas

Data mentah biasanya merupakan hasil dari registrasi transaksi. Namun, data mentah ini tidak terlalu penting bagi organisasi. Data mentah tidak masuk akal dalam proses pengambilan keputusan. Seorang akuntan bekerja di sini yang membagi dan menerjemahkan data mentah ini ke dalam berbagai kategori. Kemudian, setelah mencatat transaksi, itu bisa diikuti dengan ringkasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *