Peluang Usaha Toko Batik Online

17 Sep 2019 eddye

Jual batik online bisa menarik perhatian pengguna dunia maya. Pengusaha di daerah ini menggandakan omset mereka daripada mereka yang membuka toko offline. Marjin lebih tebal, karena biaya operasi dapat dikurangi. Batik bahkan telah meningkat sejak lima tahun terakhir. Kain, awalnya identik dengan kesan kaku dan cukup formal, kini memiliki pengaruh pada dunia mode. Pengguna tidak lagi didominasi oleh orang tua, tetapi juga anak-anak, remaja dan orang dewasa.

Pasar batik, yang sekarang menjadi lebih luas, tentu akan merangsang perusahaan di sekitar produk ini. Saat ini jumlah penjual pakaian batik kembali banyak. Batik dijual langsung dari toko-toko mewah di pusat-pusat perbelanjaan mewah ke kios-kios jalanan. Karena persaingan yang ketat dalam industri batik, penjual harus pintar untuk berinovasi. Sejumlah orang telah mendirikan toko batik yang menjual, mendesain, dan menerima layanan menjahit batik online.

Salah satu aktor yang telah menjual batik online selama empat tahun terakhir adalah Achmad Nidhom, pemilik toko Batik Yuragan. Awalnya, ia hanya memiliki satu toko nyata di area Jalan Darmo Permai, Surabaya. Pada periode 2004-2008 ia membuka tiga cabang, termasuk pusat perbelanjaan di Surabaya. Saat Facebook booming pada 2007-2008.

Nidhom menjual pakaian batiknya sepanjang waktu sambil juga menerima layanan menjahit untuk pelanggan individu yang memiliki desain sendiri. Tanpa diduga, reaksi pasar terhadap terobosan itu cukup bagus. Rata-rata kunjungan situs mencapai 1000 pemirsa per Hari. Jumlah ini jauh lebih besar daripada pengunjung yang datang
offline hanya selusin orang sehari.

Tujuannya bukan hanya untuk mengatur jumlah pengunjung ke toko online, alat jahit tambahan, dan alat desain yang meningkatkan penjualan djoeraganbatik.com. Karena toko menawarkan pelanggan pilihan untuk memilih desain batik atau menerima pola menjahit batik online. Pelanggan yang kurang tertarik dengan koleksi Nidhom bahkan dapat mengirimkan desain batik mereka sendiri.

Dari 1.000 pengunjung situs per Nidhom, hari ini mengatakan bahwa 1% dari mereka telah melakukan transaksi. Jumlah ini telah meningkat pesat dibandingkan dengan penjualan offline. Akibatnya, frekuensi transaksi meningkat. Nidhom saat ini mendapat hingga Rp 3 juta sehari dari toko online-nya. Nilainya bisa 90 juta dalam sebulan. Ketika peluang bisnis batik yang lebih menarik terlihat online, Nidhom akhirnya memilih untuk menutup tiga toko batik dan hanya memiliki satu ruang pamer di Jalan Darmo Permai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *